Tags

Related Posts

Share This

TALK TO HER

Film arahan sutradara Pedro Almodovar ini memang pantas meraih penghargaan untuk kategori Best Director, Best Film, Best Screenwriter dalam European Film Award pada tahun 2002. Film ini indah sekaligus sepi, dia juga riang sekaligus luka. Film dibuka dan ditutup dengan pertunjukan tari yang indah. Disusupi pula dengan pertunjukan musik dan film bisu.

Gimana nggak, film ini dapet banget ngeliatin setiap sepinya sendiri. Maksudnya apa? Banyak banget symbol-simbol yang dipake. Lama-lama nikmat juga ngeliat landscape yang sepi. Kayak liat di balik dada lo sendiri. Penjara yang baru dibangun di tengah gurun yang juga nggak ada siapa-siapa.  Siiiiiiiiiiing! Bersih ga ada orangnya. Bahkan di dalemnya. Gimana ga bikin orang pengen mati aja coba?  Nah, di bawah ada sedikit bocoran, tapi bahasanya agak-agak formal gitu.

Siiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing! siiiiiiiiiiiiiiiiiing! Film ini emang bikin merinding. Haha sebuah rima aaaa..

Ceritanya begini.

Benigno dan Marco duduk dalam gedung yang sama menikmati pertunjukkan balet Café Mullet karya Pina Bausch yang sangat sedih. Mereka dipertemukan oleh takdir untuk berbagi dan merasakan perjalanan kesepian, kematian dan kegilaan.

Benigno Martin, pria yang penyayang, juga kesepian. DIa perawat terbaik di klinik (El Bosque) khusus pasien koma. Selama hidupnya belum pernah sekalipun berhubungan dengan wanita kecuali ibu yang dia rawat. Apartemennya di sebrang  studio tari balet yang tembus pandang. Sehari-hari menghabiskan waktu senggang berdiri berjam-jam menikmati keindahan penari-penari yang sedang berlatih. Meniknati pesona Alicia.

Marco Zoluaga, seorang jurnalis. dia menulis traveling guide negara-negara yang dia kunjungi dengan peka rasa dan halus bahasa.  Marco sedang menulis tentang Spanyol. dia terarik lebih dalam oleh keunikan  seorang perempuan matador bernama Lidya.

Lidya dan Alicia tidak saling kenal. Keduanya koma. Mereka dirawat di klinik yang sama. Lidya, perempuan matador. Alicia penari balet. Lidya cedera oleh banteng  petarungnya. Alicia cedera oleh mobilnya dan hujan.

Hidup Benigno yang sepi jadi indah karena Alicia koma. Alicia yang kini dia rawat. Alicia yang memesona hidupnya. Benigno melakukan hal-hal yang  disuka Alicia sebelum dia celaka oleh mobilya. Benigno menceritakan segala hal kepada Alicia. Alicia yang setiap hari dia ajak bicara. Alicia yang diam saja. Juga bercerita tentang semua film bisu dan pertunjukkan tari yang dia tonton. Alicia diam saja bahkan ketika Benigno mengadegankan sebuah film bisu persis seperti yang dia tonton—Shrinking Lover karya Hilario Munoz.

Lidya meninggal setelah koma selama setahun. Meninggalkan kesepian untuk Marco. Marco kembali ke Spanyol untuk Benigno, temannya yang kini hidup di dunia yang lebih sepi. Ketika akhirnya Benigno melarikan dirinya karena tak bisa hidup di dunia yang tak ada Alicia di dalamnya. Itu setelah kunjngan Marco yang kedua. Kali ketiga Marco datang, sudah terlambat. Marco adalah satu-satunya teman bagi Benigno.

Marco dan Alicia duduk dalam gedung yang sama menikmati pertunjukan tari yang juga luar biasa indahnya.

Sebuah film  berbicara dengan diri sendiri dan bukan berbicara dengan kata-kata.

Begitulah film dan hidup ini. Tertarik buat nonton diri sendiri di film ini? Cari-cari lagi DVDnya. Os! Hidup lari telanjang!

Ini kata-kata Benigno buat yang jagain pasien koma,

“You must pay attention to them. Talk to them. Remember they are alive, exist, and they matter of us”.

(European Film Awards: Best Director, Best Film, Best Screenwriter)

Pemain:

-       JAVIER CAMARA (BENIGNO)

-       DARIO GRANDITNETTI (MARCO)

-       LEONOR WATLING (ALICIA)

-       FOSARIO FLORES (LYDIA)

Sutradara: PEDRO ALMODOVAR

Penulis: Pedro Almodovar

2002

Share