Lampu liontin menyalanyala menandakan dibukanya malam yang diterjang senyum paksa perempuanmalam//mama berkata ejalah setiap jengkal keagungan yang telah di berikan Tuhan padamu namun jangan sesekali menoleh dan torehkan kealpaan sebab sesekali engkau menengadahkan tangan sampai batas waktu...
Fragmen 3
Kini aku yang usang melangkahkan ketiadaan dengan keadaan//orangorang datang dan menjilati kaki para pesohor seperti meniup balon yang retak lantaran dimakan usia//orangorang datang ke kantor dengan getaran mekanik di tubuh, hati, dan pikiran mereka// matanya seperti sorotan lampu sepuluh...
Fragmen 2
Terompet kanakkanak jelajahi pasarmalam/keteduhan mempertimbangkan kemuraman bintang, awan-awan membentuk angkaangka jatah preman pasar pagi yang merauk rakus kemeja usang di samping keranda hari seperti binatang galak, lapar memang, namun semut yang sempat mengeja rincis hujan melakukan...
Fragmen 1
hari ini aku melihat orang-orang berlarian mencari tempat berteduh menghindar dari hujan, tapi aku malah lari mencari tempat yang basah terkena hujan/Ingin sekali aku mencopot otak tukang somay yang melintas di hadapanku lantaran bunyi kelakson pemilik mobil avanza bising menekuk...
Ketika Kakakku Kecelakaan
Tahukah kalian berapa banyak orang baik hidup di dunia ini? Terlalu banyak untuk dihitung! -Sherman Alexie Beberapa tahun lalu di satu siang pada bulan Mei tahun 1998. Tubuh kakakku terpental sejauh lima meter setelah tertabrak sebuah mobil boks, di depan hidung ibuku. Aku baru saja...












